beritaHabib SegafPondok PesantrenRedaksi

Hari Santri Nasional: Santri Menjadi Langkah Awal Menjadi Seorang Mukmin

0

Bangil, Dalwa Berita – Seminar Hari Santri Nasional sukses digelar bertepatan dengan Malam Tazkiyatun Nafs pada Kamis (22/10/2026) di Masjid Baitul Ghaffar, Dalwa Pusat.

Seminar yang mengusung tema “Apakah Kita Sudah Menjadi Santri yang Sebenarnya?” menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Segaf Baharun, M.H.I dan didampingi oleh putranya, Habib Umar Baharun.

Menanggapi momentum Hari Santri Nasional yang diperingati oleh para santri di seluruh Indonesia, beliau menyampaikan bahwa tema yang diangkat memiliki urgensi bagi pembentukan pribadi seorang santri.

“Ini adalah sesuatu yang penting karena kita harus mengevaluasi. Target kita harus ada, tujuan kita harus jelas,” ujar beliau menanggapi pemilihan tema seminar.

Ustadz Segaf menyampaikan bahwa jumlah pelajar berlatar belakang santri di Indonesia relatif rendah. Beliau juga memotivasi para santri akan agar menyadari bahwa menjadi santri merupakan pilihan Allah Swt.

“Dari sekian banyaknya siswa dan siswi tapi kenapa kita terpilih menjadi santri, berarti apa? Bukan pilihan kita, tapi pilihan itu langsung datang daripada Allah Swt,” ujar beliau.

Menurut beliau, menjadi seorang mukmin memiliki ketertarikan dengan proses pendidikan santri. Beliau menjelaskan bahwa seorang Muslim belum tentu mancapai tingkatan mukmin apabila belum memahami tahapan untuk mencapainya. Oleh karena itu, peran pendidikan santri manjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk keimanan seseorang.

“Syarat utama untuk menjadi seorang mukmin harus jadi santri. Gak harus mondok, silahkan menjadi santri di pondok, menjadi santri di sekolahan, madrasah diniyah, menjadi santri di TPQ,” jelas Ustadz Segaf.

Menurut Ustadz Segaf, santri memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan pelajar lainnya. Selain memperlajari ilmu agama, santri juga memiliki kesempatan untuk memperluas wawasan dalam berbagai bidang ilmu kehidupan.

“Bukan cuman belajar, santri itu adalah belajar ilmu agama, belajar ilmu meraih ridho Allah, untuk membenahi diri, tata cara kehidupan, bagaimana mengendalikan diri,” tutur beliau.

Ustadz Segaf juga menjelaskan bahwa manfaat menjadi santri tidak hanya dirasakan oleh santri itu sendiri, tetapi juga oleh orang-orang di sekitarnya, termasuk orang tua mereka.

Ustadz Segaf berpesan kepada para santri untuk menjaga diri mereka dari penyebab kegagalan. Yaitu, tidak menaati peraturan pondok dan tidak menjaga lingkungan pertemanan.

Maka dari itu, beliau menginstruksikan kepada para santri untuk bersyukur atas takdir Allah Swt yang dilimpahkan kepada mereka.

“Ayo yang pertama yang harus kita lakukan sekarang, harus bersyukur dan merasa bangga menjadi santri,” Ucap beliau. Dhimas/Red

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Cicit Pengarang Kitab Maulid Simtud Durar Kembali Kunjungi Pondok Pesantren Dalwa

Previous article

Comments

Leave a reply