Pondok Pesantren

Menelusuri Sistem Pendidikan Santri di Ponpes Dalwa

0

Bangil, Dalwa Berita- Kegiatan belajar mengajar merupakan ikon penting yang tak lepas dari pesantren. Bukan hanya ilmu agama, berbagai disiplin ilmu dipelajari guna membekali santri dalam mengikuti perkembangan zaman, dan mengembangkan inovasi dakwah di masa depan.

Santri kembali mengulangi pelajaran untuk memperkuat pemahaman sebelum melanjutkan aktivitas belajar.

Hal itu diterapkan Ponpes Darullughah Wadda’wah (Dalwa) yang saat ini memiliki ribuan santri. Di balik infrastruktur modern yang dimilikinya, Ponpes Dalwa konsisten menjaga keutuhan dan orisinalitas ilmu melalui metode salaf. Salah satunya ialah talaqi, yaitu proses santri menerima ilmu dari guru melalui mata rantai sanad yang bersambung dari generasi ke generasi hingga Nabi Muhammad saw.

Profil Dalwa

Gedung Mabna Abuya Hasan sebagai fasilitas penunjang proses belajar para santri di Pondok Pesantren Dalwa.

Berbekal bimbingan dan arahan dari ulama asal Makkah, Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki pendiri Ponpes Dalwa, Abuya Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun merancang sistem kurikulum pengajaran yang memadukan tradisi keilmuan salaf dengan kebutuhan pendidikan santri. Estafet perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan oleh putra beliau, Abuya Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun.

Halaqah Hadramiyah dengan metode talaqqi bersama Habib Muhammad bin Sholeh Al-Atthas di Pondok Pesantren Dalwa.

Sistem pendidikan di Ponpes Dalwa mecakup jenjang diniyah yang terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah, serta pendidikan formal mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga perguruan tinggi.

Seusai nenunaikan shalat subuh dan membaca wirid, para santri bergegas ke kelas masing-masing untuk mengikuti kajian Halaqah Hadramiyyah. Mereka mengkaji kitab-kitab klasik, seperti Ihya’ Ulumuddin, Al-Adzkar, dan berbagai kitab turats lainnya, yang dipelajari talaqi bersama para masyayikh. Di antara pengajar tersebut terdapat ulama asal Suriah, seperti Syekh yang sebagian didatangkan dari Timur Tengah seperti, Syekh Dr. Syadi Arbasy, Suriah, Syekh Dr. Syadi Arbasy dan Syekh Dr. Muhammad Darwis As-Syami.

Seusai mengikuti kajian Halaqah Hadramiyyah, para santri memiliki waktu untuk berolahraga, mandi, sarapan, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki kelas diniyah. Tepat pukul 07.30, kegiatan belajar dimulai dan berlangsung hingga pukul 12.00. Di setiap jenjang, santri mempelajari kitab-kitab yang telah disusun sesuai tingkat kemampuan, mulai dari kitab dasar hingga kitab pada tinggat lanjut. Di sela-sela pembelajaran, mereka juga memperoleh waktu istirahat selama 30 menit, yakni dari pukul 09.30 hingga 10.00.

Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 12.00, suasana ruang-ruang belajar mulai lengang. Para santri bergegas menuju masjid untuk menunaikan shalat zuhur berjemaah dan melantunkan wirid bersama. Selepas itu, mereka menikmati waktu istirahat hingga memasuki sesi pembelajaran berikutnya. Pukul 14.00–15.00 dan kembali pada pukul 16.00–17.00, para santri yang mengikuti jenjang pendidikan formal maupun perkuliahan kembali memenuhi ruang-ruang kelas. Dengan demikian, kegiatan belajar di Ponpes Dalwa berlangsung silih berganti antara pendidikan diniyah dan pendidikan formal sepanjang hari.

Selepas shalat magrib berjemaah dan pembacaan wirid, para santri kembali memenuhi ruang-ruang belajar. Bersama para masyayikh Ponpes Dalwa, mereka melanjutkan kajian kitab hingga azan Isya berkumandang.  Setelah itu, rangkaian kegiatan ditutup dengan program tes hafalan yang dikenal sebagai Hifdzul Mutun. Zulfan/red

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Abuya Zain Resmikan Dalwa Maktabah Cafe di Perpustakaan Dalwa

Previous article

Ponpes Dalwa Gelar Pengenalan Kehidupan Pesantren bagi Santri Baru

Next article

Comments

Leave a reply