Bangil, Dalwa Berita – Pada saat berjalannya acara halal bihalal keluarga besar Ponpes Dalwa yang diadakan di lapangan utama Ponpes Dalwa, Jumat malam (01/05/2026), ada suatu hal yang menarik perhatian para hadirin, yakni penyerahan nuskhah (manuskrip) cetakan pertama kamus ‘Ashriyah dari Ustaz Ahmad Ali Husni selaku juru tulis Abuya Hasan kepada keluarga pondok.
Al-Habib Ali Baharun, selaku perwakilan keluarga pesantren, mengutarakan rasa terima kasihnya kepada Ustaz Ahmad Ali Husni, Bangil. Beliau juga menyebutkan bahwa alasan di balik pemberian itu adalah kekhawatiran Ustaz Ahmad akan hilanganya karya monumental tersebut.
“Takut hilang kata Ustad Ahmad,” ucap habib Ali Baharun menirukan ucapan Ustaz Ahmad.
Adapun kitab ‘Ashriyah (Majmu’aat Ashriyah) adalah kamus bahasa Arab-Indonesia praktis yang disusun oleh Abuya Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun, pendiri Pondok Pesantren Dalwa, Bangil. Kitab ini difokuskan untuk mempermudah santri dan pelajar dalam mempelajari kosakata bahasa Arab modern (haditsah) yang sering digunakan sehari-hari.
Kitab ‘Ashriyah ini merupakan kitab pertama yang dikarang oleh Abuya Hasan tepatnya pada tahun 1980.
Manuskrip kamus ‘Ashriyah ini milik Ust Ahmad Ali Husni Bangil, murid Abuya Al- Habib Hasan bin Ahmad Baharun yang saat itu beliau ditugasi untuk menyusun dari kata perkata/ kalimat perkalimat Arab ke Indonesia setelah Abuya Hasan rangkum. Tulisan Indonesia pada kitab tersebut merupakan tulisan tangan beliau, dan kepenulisan kosakata bahasa Arab adalah hasil tulisan tangan dari ustaz Qoimuddin. Setelah semuanya selesai beliau serahkan kembali ke Abuya Hasan untuk di fotocopy ke Surabaya. Setelah proses layout dan editing selesai, sebelum di cetak, manuskrip tulisan tangan ini di hadiahkan kembali oleh Abuya Hasan ke Ust Ahmad Ali Husni dan setelah 48 tahun manuskrip tersebut disimpan Ustaz Husni, hari ini manuskrip tersebut diserahkan kembali ke pihak pesantren Dalwa.(Dafa/red)

Comments