Bangil, Dalwa Berita – Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah menggelar pelepasan santri double degree secara virtual bersama pengasuh Dalwa Abuya Zain Baharun pada Ahad siang (30/08/26) yang berlangsung di Masjid Baitul Ghaffar.
Acara juga diikuti secara offline oleh Kepala Kesiswaan Ustaz Ismail Ayub, Warek I, Dr. Solehudin Hasyim, M.Hi, Direktur Pascasarjana, Dr. Ali Zainal Abidin Bilfaqih, M.Pd., dan selaku Ketua program double degree, Dr. Ahmad Sulthon, M.Pd.
Menurut informasi yang diperoleh pers Dalwa Berita saat melakukan wawancara dengan Dr. Sulthon, bahwa santri yang mengikuti program unggulan Double degree dari prodi HKI berjumlah 25 orang. Diantaranya 3 orang berasal dari Jakarta, dan sisanya berasal dari berbagai daerah seperti Bogor, Lumajang, Pasuruan, Kaltara, Kalsel, dan Aceh.
Acara berlangsung dengan sambutan-sambutan dari perwakilan Ponpes Dalwa dan UII Dalwa. Kemudian disusul dengan pemberian petuah dan doa dari Abuya Zain via video call.
Dalam isi petuah yang diberikan oleh Abuya kepada mereka adalah supaya untuk menekankan adab dimanapun mereka berada terlebih di negeri orang. Beliau juga menekankan mereka selain belajar untuk menghormati para guru saat keduanya bertemu. Dan terakhir, Abuya berpesan untuk menitipkan salamnya kepada guru-guru yang nantinya mereka temui.
Selepas acara pelepasan berakhir, nantinya mereka akan diberangkatkan menggunakan Bus sleeper pada pukul 15.30 dari Dalwa menuju Jakarta.
Pemberangkatan dari Dalwa menuju Jakarta didampingi oleh Perwakilan bagian hubungan internasional, Ustaz Muhajir. Kemudian dilanjutkan dari Jakarta ke Jeddah untuk menjalani beberapa rangkaian kegiatan seperti umroh dan ziarah yang akan didampingi oleh perwakilan Al-Wasthiyah Indonesia, Habib Abubakar.
“Nanti itu sampai ke Madinah, di Madinah itu 5 hari, di Mekkah 3 hari, dan itu murafiq (pendamping)nya (namanya) Habib Abubakar orang Wasthiyah,” jelas Dr.Sulthon.
“Mereka diajak untuk menapak tilas; Satu, menapak tilasi Habib Abubakar (Al Adni bin Ali Al Masyhur) sebagai muasis Jamiaah Al Wasthiyah, yang kedua bisa Umroh, bisa ziarah ke Baqi dan Ma’la,” ungkap beliau.
Menurut pengakuan dari Dr. Sulthon, Rangakaian acara yang dilakukan di Haramain termasuk dari biaya awal yang telah di sepakati.
“Ya itu sudah masuk include,”kata beliau.
Seusai dari Mekkah, mereka nantinya akan menjalani masa pengenalan selama seminggu dan kemudian mereka akan menjalani kegiatan yang berlangsung di Universitas Al Wasthiyah.
“Ya nanti semacam ada ta’aruf, ada tasmanya di sana, ada pengenalan terhadap Al Wasthiyah, nah selanjutnya seminggu setelahnya langsung mereka mengikuti pembelajaran,” ucap beliau. Dhimas/Red

Comments