AsrofiOpini

Ramadan di Pondok lagi, Kenapa?

0

Liburan pesantren merupakan waktu yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh setiap santri. Tak jarang mereka bergadang semalaman suntuk gara-gara memikirkan momen rehat yang datang dua kali dalam setahun ini. Mereka sibuk mengatur jadwal perpulangan, barang-barang yang akan dibawa, dan kegiatan-kegiatan lain yang nantinya akan dilakukan setibanya di tempat kediaman masing-masing. Maka tidak heran, pada waktu-waktu menjelang liburan banyak obrolan-obrolan yang tersebar di sekitar serambi masjid atau di pojok-pojok kafe tentang liburan, mulai dari tempat wisata yang akan dikunjungi, kuliner yang akan dicicipi, hingga villa yang akan disinggahi selama beberapa hari. Sampai saat itu, seakan-akan “liburan” menempati trending topic yang sering disinggung oleh kalangan santri di lingkungan pesantren.

Namun, bak disambar halilintar di siang bolong, liburan yang dinanti tahun ini tidak sesuai yang diharapkan. Betapa tidak, liburan yang diduga jatuh pada bulan Sya’ban ini, kini ditunda menjadi 20 Ramadhan. Para santri juga tidak diperkenankan kembali ke daerahnya sebab keputusan dari mudirul ma’had yang menghendaki santri untuk tetap tinggal di pesantren hingga penghujung Ramadhan. Memang sulit dibayangkan, biasanya selepas ujian semester genap sambil menanti haflah ikhtitam sanah dirasiyyah, para santri menikmati masa-masa senggang dengan majlas bersama. Tak lupa secangkir kopi, beberapa potong roti dan wafer menjadi teman setia sembari mem-planning proyek destinasi wisata yang akan dikunjungi bersama untuk melepas penat yang menghantui diri selama dua minggu menjalani ujian akhir tahun. Namun, semua itu adalah persepsi belaka tanpa ada kepastian yang nyata. Sampai-sampai terlintas di benak santri sebuah dugaan, “Mengapa pesantren tidak kembali ke peraturan yang dulu-dulu saja? Kenapa perpulangan diakhirkan menjadi 20 Ramadhan? Apa karena wabah yang menjalar di negeri ini? Mengapa persoalannya tak kunjung usai?”.

Perlu bagi seorang santri dapat memahami dan menanggapi kebijakan pesantren tentang penundaan kepulangan di semester genap ini dengan pikiran terbuka. Mereka seharusnya dapat menerima dengan bijak dan hati yang lapang. Bukankah lebih baik memanfaatkan kesempatan yang tersisa dengan sebaik-baiknya, daripada mengeluhkan sesuatu yang jelas-jelas tak dapat diubah kembali? Pasalnya, peraturan ini muncul disebabkan oleh keluhan dari beberapa wali santri kepada pengurus pesantren tentang putranya tak kunjung pulang setelah diperbolehkan pulang oleh pihak pesantren. Barangkali, ia pergi ke suatu tempat tanpa terlebih dahulu meminta izin kepada orang tuanya, ataupun ia sering bergadang dengan teman-temannya hingga larut, lalu pulang ke rumah untuk tidur sampai siang hari, sehingga kewajibannya sebagai seorang anak menjadi terabaikan karena saking asyiknya tenggelam di dunia luar. Sudah barang tentu bukan pahala yang didapat, tapi dosa yang kian hari semakin menggunung.

Seyogyanya hal ini dapat menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi para santri, bukannya terus-menerus mempertanyakan peraturan pesantren dengan alasan yang bersumber dari hawa nafsu semata. Mereka seharusnya dapat mengambil ibrah dari setiap peraturan yang telah ditetapkan oleh pesantren dan senantiasa bermuhasabah di setiap langkah kaki yang ia gunakan dalam menapaki dunia yang sifatnya sementara ini. Coba kita renungkan, bukankah jika Ramadhan di pesantren semakin membuka waktu luang untuk lebih leluasa mengkhatamkan Al-Qur’an dengan waktu singkat? Ditambah lagi, pandangan mata jauh lebih terjaga dari melihat sesuatu yang diharamkan Allah swt. Belum lagi, banyak nasihat dan petuah penuh hikmah yang diberikan ustaz saat menjelang berbuka lebih terasa bagaikan air segar nan sejuk yang menjadi pelepas dahaga di tengah-tengah panasnya fitnah akhir zaman. Hal ini tentu saja semakin menambah pahala yang berlipat ganda daripada saat Ramadhan di rumah. Semoga Ramadhan tahun ini semakin berkah dan dapat menjadi penghapus dosa serta penyelamat bagi kita semua dari ganasnya siksa api neraka.Asrofi/red.

admin dalwaberita.com
Media informasi dan berita terpercaya seputar Ponpes Dalwa

Intip Kesibukan Santri Mengemas Takjil untuk Berbuka Puasa

Previous article

Grup Nasyid Ar-Ridwan Pulang, Ini Pesan dan Kesannya Selama di Dalwa

Next article

Comments

Leave a reply