Bangil, Dalwa Berita – Riuh rendah suara anak-anak berpadu dengan alunan instrumen marching band Dalwa mewarnai pagi yang cerah di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah. Suasana ramai ini menandai dibukanya acara khitanan massal yang digelar pada Senin (31/8/2026).
Bertempat di lapangan utama Dalwa Pusat, para peserta khitan beserta wali mereka terlihat telah memadati lokasi sejak pukul 06.30 WIB. Puluhan sepeda hias hasil kreativitas santri dari tiap-tiap kamar berjejer rapi. Tampak pula kereta delman dan odong-odong yang disiapkan sebagai kendaraan pengangkut para peserta khitan.
Sebelum acara dibuka, Abuya Habib Zain bin Hasan Baharun beserta jajaran asatidzah (dewan guru) memasuki lapangan untuk meninjau sepeda hias tersebut. Salah satu yang menarik perhatian adalah sepeda yang dimodifikasi menyerupai tank tempur.

Tepat pukul 07.25 WIB, pawai arak-arakan resmi dilepas. Acara diawali dengan penampilan seni dari 5 ittihad (organisasi daerah). Di antaranya adalah Ittihad Ismet Jakarta yang menampilkan tradisi Palang Pintu dan Ondel-ondel, disusul Tari Zapin Rodat oleh Ittihad Istifada Palembang. Selanjutnya, Ittihad Islah Lombok membawakan puisi dan tradisi Peresean, Ittihad Isma Madura menampilkan pencak silat celurit, serta Ittihad Iskab Kalimantan Barat & Borneo yang membunyikan meriam bambu. Dentuman meriam tersebut disulut langsung oleh Ustaz Ismail Ayyub, Kepala Divisi Kesiswaan Dalwa yang juga putra daerah Kalimantan Barat.
Kemeriahan berlanjut dengan pelepasan puluhan balon ke udara secara simbolis dan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Abuya Al-Habib Zain. Setelah itu, arak-arakan peserta khitan, perwakilan ittihad, serta para cosplayer bergerak meninggalkan pesantren menuju Klinik Utama PHC Dalwa melewati Desa Raci.
Anak-anak terlihat sangat gembira menaiki sepeda modifikasi yang dibentuk menyerupai gerobak cilok, pesawat terbang, keranda mayat, hingga tank tempur. Sementara itu, di raut wajah para peserta yang menaiki delman dan odong-odong, terpancar campuran rasa antusias sekaligus tegang menjelang prosesi khitan.
Tak hanya sepeda hias, penampilan dari organisasi daerah dan para cosplayer juga memukau warga sekitar. Mereka mengenakan beragam kostum unik, mulai dari kostum Garuda hingga karakter favorit anak-anak seperti Spiderman, Steve dari Minecraft dan karakter Tung-Tung Sahur.

Sesampainya di Klinik Utama PHC Dalwa, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Yayasan Darullughah Wadda’wah yang diwakili oleh Ir. Al-Habib Abu Bakar Assegaf. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Bupati Pasuruan, H. M. Shobih Asrori, atau yang akrab disapa Gus Shobih.
Usai sambutan, panitia menghadirkan hiburan badut dan pantonim untuk mencairkan suasana. Anak-anak dengan riang gembira menari dan bernyanyi bersama. Tidak hanya anak-anak yang terhibur, para wali peserta pun berkesempatan mendapatkan doorprize menarik melalui undian.
Tahun ini, jumlah peserta khitan massal mencapai 302 anak, yang mayoritas didominasi oleh warga dari wilayah Pasuruan dan sekitarnya.
Bapak Ismail, salah satu wali peserta, mengungkapkan bahwa ia memilih membawa anaknya ke khitan massal Dalwa karena selain tidak dipungut biaya, sang anak juga memiliki keinginan sendiri untuk disunat.
“Karena belum punya biaya, terus juga lega kan kalau anak sudah sunat,” ujarnya bersyukur.
Kepala Bagian Kesiswaan Ponpes Dalwa, Ustaz Ismail Ayyub, menceritakan sejarah awal mula kegiatan sosial ini. Beliau menyebutkan bahwa khitan massal ini pertama kali diprakarsai oleh muassis ma’had (pendiri pesantren), Abuya Habib Hasan Baharun, pada awal tahun 1990-an dan rutin digelar setiap tahun hingga beliau wafat.
“Setelah beliau wafat, acara ini dilanjutkan oleh mudirul ma’had Abuya Al-Habib Zain Baharun beserta putra-putra beliau yang lain. Ini merupakan wasiat dari Abuya Hasan untuk menjaga istiqamah tradisi ini, sekaligus melanjutkan cita-cita beliau untuk selalu membahagiakan umat,” jelas Ustaz Ismail.

Menurut penuturan Abuya Zain, khitan massal merupakan agenda 2 tahunan yang bertujuan menumbuhkan jiwa kepedulian sosial di dalam diri para santri, khususnya dalam membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Ini wujud praktik anak-anak santri yang kita dukung untuk memiliki jiwa peduli sesama. Inilah yang diwariskan oleh Habib Hasan sejak mendirikan Ponpes Dalwa, dan kami teruskan sampai saat ini,” tutur Abuya Zain.
Wakil Bupati Pasuruan, H. M. Shobih Asrori, yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi kepada Ponpes Dalwa karena telah aktif membantu pemerintah daerah dalam urusan sosial kemanusiaan. Menurutnya, langkah ini sangat meringankan beban masyarakat setempat.
“Kami menyambut baik atas terlaksananya acara khitan massal oleh Ponpes Dalwa. Ini sekaligus membantu tugas Pemda dalam pelaksanaan kegiatan sosial, mengingat 98 persen peserta khitan massal ini adalah warga Kabupaten Pasuruan,” tegas Gus Shobih. (Aupan/red)

Comments