berita

Semulia Apa Hari Tasyrik Di Sisi Allah? Inilah Rahasia Keutamaannya

0

Kemuliaan bagi seluruh umat muslim dunia saat tengah dipertemukan dengan hari yang agung. 10 Dzulhijjah tahun Hijriah, salah satu hari besar umat muslim: Iduladha, menjadi hari yang akan mengukir kembali momen kebersamaan mereka. Wujud ketakwaan dan kecintaan adalah alasan utama untuk meraih sesuatu yang dijanjikan oleh Tuhan yang maha esa.

Dalam riwayat Imam Abu Dawud, Nabi Muhammad saw bersabda:

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

Artinya: “Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah hari Nahr (Idul Adha), kemudian hari Qarr (hari istirahat di Mina).” (HR. Abu Daud no. 1765 dan Ahmad)

Di Indonesia, hari Id tahun 2026 ditetapkan pada Rabu, 27 Mei. Kemudian disusul dengan hari tasyrik yang jatuh tiga hari setelahnya: 28, 29, 30. Dan hari ini yang mungkin dari kita kurang tahu apa sih hari tasyrik itu? Dari sini kita kupas satu persatu.

HARI TASYRIK

Hari tasyrik menurut istilah adalah tiga hari setelah 10 Dzulhijjah, yakni 11, 12, 13. Dan secara bahasa, hari tasyrik berasal dari kata syarraqa (menjemur/mengeringkan). Merujuk pada kebiasaan orang arab, mereka dahulu saat hari-hari tersebut mengawetkan sisa daging kurban dengan cara didendeng atau menjemurnya di bawah terik matahari.

Di hari tersebut menyimpan berbagai kemuliaan dan keistimewaan serta amalan dan larang yang ada pada hari-hari tersebut.

KEMULIAAN AYYAMU AT-TASYRIK

Berbeda dengan hari-hari lainnya, hari-hari tersebut banyak sekali terdapat kemuliaan yang Allah swt berikan, khususnya kepada umat muslim. Menurut dari penyampaian salah satu pengajar di Ponpes Dalwa, Ustaz Badru Tamam. Bahwa kemulian hari tasyrik terbagi menjadi dua, keutamaan secara umum dan keutamaan secara khusus.

Adapun keutamaan secara umum adalah ia merupakan hari yang terselip di bulan yang dimuliakan oleh Allah swt. Dzulhijjah merupakan salah satu bulan haram yang dimuliakan oleh Allah.

Kemudian secara khusus, hari tasyrik memiliki banyak sekali keutamaan, diantaranya:

  1. Hari Zikir

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 203:

۞ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ

Artinya:” Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya...

Hal ini menandakan hari-hari tersebut dianjurkan bagi umat Muslim untuk memperbanyak zikir.

  1. Hari Mustajab

 Mengenai ayat di atas Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan dalam karyanya kitab Latha’if al-Maarif, bahwa di hari-hari tersebut Allah swt akan mengabulkan segala doa-doa yang dipanjatkan oleh seluruh kaum muslimin.

بَعْدَ يَوْمِ النَّحْرِ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ الَّتِي ذَكَرَ اللَّهُ الْأَيَّامَ الْمَعْدُودَاتِ لَا يُرَدُّ فِيهِنَّ الدُّعَاءُ فَارْفَعُوا رَغْبَتَكُمْ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setelah hari Nahr (10 Dzulhijjah) ada tiga hari (Hari Tasyrik) yang Allah sebut sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang). Sungguh doa pada hari-hari ini tidak akan ditolak, maka angkatlah (perbesarlah) harapan serta keinginan kalian kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”

  1. Hari Makan Minum

Dalil utama yang menetapkan Hari Tasyrik sebagai hari makan, minum, dan berzikir ialah hadis dari Nubaisyah Al-Hudzali r.a, di mana Rasulullah saw bersabda:

«أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ»

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim)

Maka hari tersebut diharamkan untuk berpuasa secara mutlak. Baik sunah maupun wajib seperti nazar.

  1. Hari Sedekah

Dengan hasil kurban yang ditunaikan oleh sang pemilik, mereka sejatinya diajarkan untuk saling memberi kepada sesama. Khususnya saudara kita sesama muslim, dan masih banyak lagi keutamaannya.

AMALAN

Dari ayat diatas sudah jelas bahwa amalan yang diperbanyak di hari tersebut adalah zikir kepada Allah swt. Banyak dari ulama-ulama kita yang sangat perhatian denga zikir-zikir di hari tersebut. Seperti zikir yang diriwayatkan oleh Sayidina Ikrimah r.a:

قال عكرمة: كان يستحب أن يقال في أيام التشريق: ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

“Ikrimah r.a berkata: disunnahkan di hari tasyrik untuk berdoa, rabbana atina fi dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina azaban naar”

Imam Hasan Basri menafsiri makna dari hasanah fi dunya dalam riwayat tersebut dengan karunia ilmu dan kemampuan dalam beribadah, dan akhirah dengan surga.

قال الحسن البصري: الحسنة في الدنيا: العلم والعبادة، وفي الآخرة: الجنة

Sayidina Ali r.a sebelumnya juga menafsiri kedua makna tersebut. Makna hasanah dengan karunia wanita salehah di dunia dan bidadari di surga. Dan makna siksa neraka didunia dengan wanita yang jelek perangainya.

 الْحَسَنَةُ فِي الدُّنْيَا المَرْأَةُ الصَّالِحَةُ ، وَفِي الْآخِرَةِ الْحَوْرَاءُ . وَعَذَابُ النَّارِ الْمَرْأَةُ السُّوْءُ

Kebaikan di dunia maksudnya adalah istri yang shalihah, dan kebaikan di akhirat adalah para bidadari sedangkan siksa neraka adalah istri yang berperangai buruk. [Tafsir al-Baydawi]

HARI TASYRIK ITU WAKTU MUSTAJAB, TERUS DOA SELAIN WAKTU TERSEBUT GIMANA?  

Doa memang diijabah oleh Allah swt. Akan tetapi kenapa tidak seperti yang kita inginkan. Dalam hadis Nabi Muhammad saw:

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ ، إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ : إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَن يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id; derajat hasan)

Jadi sebanyak apapun kita doa, tidak akan kita merugi. Karna Allah akan membalas sekecil apapun usaha dari kita. Maka dalam kitab Al-hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari menjelaskan:

لا يَكُنْ تَأخُّرُ أَمَدِ العَطَاءِ مَعَ الإلْحَاحِ فِي الدُّعَاءِ مُوجِباً لِيَأسِكَ، فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الإِجَابَةَ فِيمَا يَخْتَارُهُ لَكَ، لا فِيمَا تَخْتَارُهُ لِنَفْسِكَ، وَفِي الوَقْتِ الَّذِي يُرِيدُ لا فِي الوَقْتِ الَّذِي تُرِيدُ.

Artinya:

Janganlah keterlambatan datangnya anugerah (Allah), padahal Anda sudah bersungguh-sungguh dalam berdoa, membuat Anda berputus asa. Sebab, Allah telah menjamin pengabulan doa untukmu sesuai dengan pilihan-Nya, bukan sesuai pilihan nafsumu, dan (diberikan) pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang Anda inginkan.

(Dhimas/red)

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Menghidupkan Malam Iduladha, Ponpes Dalwa Mengadakan Lailatul Takrim

Previous article

Panitia Rilis Data Terbaru Hewan Kurban

Next article

Comments

Leave a reply