Bangil, Dalwa Berita– Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah menerima kunjungan kehormatan dari lembaga riset asal Gaza, Canaan Strategic Studies Center, yang diwakili oleh Dr. Khalil Mosbah Az-Zayyan pada Sabtu (20/6/2026) sore.

Dr. Khalil Saat Berkeliling Mabna Abuya Hasan
Pertemuan yang bertempat di Lantai 7 Mabna Abuya Hasan tersebut disambut langsung oleh jajaran Wakil Rektor, dosen, serta sivitas akademika program doktolar Universitas Islam Internasional (UII) Dalwa.
Dalam kunjungan yang didampingi oleh dosen sekaligus peneliti Prodi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang, Dr. Abdullah Assegaf, S.Sos., M.Hub.Int. tersebut, Dr. Khalil turut membawa dua asistennya, yaiut Zainab selaku sekretaris dan Usamah sebagai Manajer IT.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin hubungan kerja sama strategis yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus memberikan edukasi mengenai isu Palestina melalui seminar internasional.

Dr. Khalil bersama Dr. Fauzi Hamzah Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah
“Kunjungan kami bertujuan untuk mempererat hubungan dan memperkuat kerja sama dalam memberikan edukasi kepada civitas akademika di universitas yang diberkahi ini mengenai isu Palestina situasi terkini yang sedang dihadapi, serta bahaya yang ada di Masjidil Aqsa” jelas Dr. Khalil, sebagaimana diterjemahkan oleh tim redaksi Dalwa Berita.

Dr. Khalil Saat Diwawancarai Oleh Tim Redaksi Dalwa Berita
Menindaklanjuti agenda kunjungan, seminar internasional resmi digelar di Lantai 9 Mabna Abuya Hasan. Forum ini membedah materi seputar studi strategis Kanaan (Canaan Strategic Studies) yang dipersentasikan dalam bahasa Inggris oleh seorang mahasiswa asal Kenya, Zainab Bulge Oche.
Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan empat oraganisasi indepenen yang selama ini aktif bekerja sama untuk mendukung kemanusiaan dan pendidikan di Palestina. Diantaranya.
- Malaysia Palestine Workers Union (MPW): Lembaga yang berfokus pada gerakan solidaritas dan kemanusiaan di tingkat lokal Malaysia.
- Professional Union Association (PUA) of Gaza Strip: Organisasi yang berbasis langsung di Gaza untuk menyuarakan realitas para pekerja di sana, di mana Dr. Khalil menjabat sebagai kepala urusan luar negeri.
- Canaan Academy: Platform internasional yang bergerak di bidang pengetahuan dan advokasi guna membentuk narasi yang tepat mengenai Palestina.
- Global Workers Coalition for Al-Quds: Gerakan internasional yang menyatukan serikat pekerja global untuk mendukung Palestina, yang kini jaringannya telah tersebar di 25 negara.
Dari keempat lembaga tersebut, Canaan Strategic Studies (CSS) dipaparkan sebagai pusat pelatihan, pengembangan riset, dan penelitian mendalam guna mempelajari sejarah hingga konjungsi politik Palestina. Lembaga riset ini juga aktif memberikan pengajaran kepada umat dalam memahami kondisi rill yang sedang terjadi di sana.
Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan utama oleh Dr. Khalil Mosbah Az-Zayyan yang mengupas eskalasi isu terkini di Palestina.
“Ini adalah sebuah pusat studi, pusat pelatihan, pusat pengenalan isu Palestina, dan pusat penelitian mengenai isu Palestina,” ujar Dr. Khalil.
“Bentuk peperangan saat ini telah berubah menjadi perang ilmiah, perang budaya, perang ekonomi, dan perang sosial,” tambahnya.
Canaan Strategic Studies juga memiliki empat strategi dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita rakyat Palestina.
- Knowledge (Pengetahuan): Membangun kesadaran publik yang kuat berbasis data melalaui pengembangan riset dan Pendidikan ilmiah seputar Palestina.
- Narrative (Narasi): Menggunakan komunikasi strategis untuk membentuk persepsi publik global yang objektif dan tepat.
- Action (Aksi): Melaksanakan program nyata di lapangan secara terstruktur dengan menyasar kalangan akademisi, pekerja, dan pemuda. Salah satu seperti implementasinya adalah program pelatihan Trainer of Training (ToT) di berbagai sekolah dan universitas.
- Impact (Dampak): Berorientasi pada pencapaian perubahan nyata, masif, dan berkelanjutan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.
Selain itu, Dr. Khalil menggambarkan konflik Palestina sebagai bentuk benturan peradaban, di mana budaya Barat dinilai mencoba menghapus identitas serta nilai-nilai Muslim. Beliau mendesak umat Islam untuk memegang teguh agama dan etika, serta menegaskan bahwa kebangkitan umat sangat bergantung pada pendidikan spiritual yang mendalam (tarbiyah) layaknya generasi Salahuddin Ayyubi.
“Oleh karena itu, masalah ini adalah masalah yang menjadi perhatian seluruh rakyat Indonesia, Palestina, dan seluruh umat Islam. Karena itulah, universitas harus memiliki peran yang besar, penting, mendukung, dan membantu rakyat Palestina,” jelas beliau.
Dalam penuturannya, Dr. Khalil mengaku sangat terkesan atas keramahan masyarakat Indonesia.
“Kami merasa bahwa kami berada di tengah-tengah keluarga kami sendiri. Rakyat Indonesia yang baik dan luar biasa, dengan anak-anaknya, pemudanya, dan seluruh warganya, mereka benar-benar mendukung Palestina dan mencintai Palestina,” ungkapnya
Beliau melanjtukan penuturannya dengan perasaan diselimuti kebahagiaan.
“Dan sejujurnya kebahagiaan menyelimuti kami, para pemuda ini benar-benar mengingatkan kami pada pemuda di Palestina yang mana mereka juga sama-sama memiliki semangat dakwah, cinta terhadap Islam, cinta terhadap agama ini, dan tanah air mereka.”
“Maka dari itu, ini benar-benar perasaan yang luar biasa, perasaan yang mulia, dan rasa bangga karena umat ini memiliki institusi seperti institusi ini.”
Sebagai penutup, seminar internasional ini diakhiri dengan pemaparan dari Dr. Abdullah Assegaf. Beliau mengingatkan para mahasiswa agar tidak berkecil hati dalam bersaing di kancah global.
”Tidak perlu kita merasa kecil bahwasanya kita meskipun dari kota yang kecil, bukan berarti tidak ada kesempatan kita untuk bersaing di level global,” ucap beliau.
Beliau menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dan membantu mewujudkan tujuan umat Islam melalui kolaborasi dengan Pondok Pesantren Dalwa.
“Oleh karenanya, saya siap berkontribusi dengan jejaring yang saya miliki untuk menjadikan Dalwa sebagai World Class Islamic University.”
(Dhimas/Red)

Comments