Afdillahberita

Update Kedatangan Santri pada Hari Kelima Setelah Liburan

0

Bangil, Dalwa Berita – Di hari kelima setelah berakhirnya masa libur lebaran, jumlah santri yang telah kembali ke Ponpes Darullughah Wadda’wah mencapai 2.349 santri, atau 59,28% dari jumlah keseluruhan santri yang ada per tanggal 1 Juni 2022.

Petugas sedang melakukan pelayanan pendaftaran kepada santri yang baru di datang di pos keamanan gerbang belakang Ponpes Dalwa

Achmad Masyhuri, salah satu petugas Qism Ghoromah mengatakan bahwa pada tahun ini jumlah santri yang kembali ke pesantren bisa mencapai 150 hingga 200 santri per harinya. Hal ini menunjukkan ada peningkatan 3-4 kali lipatnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mencapai 50 santri per hari.

“Dibandingkan tahun sebelumnya, kalau dilihat sih sekarang lebih cepat mereka masuk ke pondoknya. Kalau tahun lalu kan sekitar 50 orangan lah yang masuk per harinya, kalau sekarang bisa 150-200 orang per hari, soalnya sekarang ini mereka itu kebanyakan ikut rombongan,” ujarnya saat diwawancara di pos pendaftaran kedatangan santri pada Rabu (1/6/2022).

Petugas sedang memeriksa barang bawaan santri untuk mencegah pelanggaran berupa barang yang dilarang oleh pesantren.

Adapun waktu diizinkannya masuk pesantren sendiri baru dibuka pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Sedangkan waktu akhir denda per harinya ditutup setiap pukul 7.30 WIB, jika lebih maka akan dikenakan denda untuk hari itu.

“Untuk bukanya (tasjil) itu jam 6 pagi sampai jam 10 malam. Kalau untuk kenaikan ghoromah (dendanya) itu besok paginya jam setengah delapan. Contoh, sekarang ghoromahnya 500 ribu, jam 10 malam nanti tutup, besok jam 6 pagi buka lagi sampai setengah delapan itu hitungannya masih 500 ribu, kalau sudah lewat dari setengah delapan naik dendanya sesuai harinya, yakni jadi 600 ribu,” imbuhnya.

Terdapat pengecualian bagi santri yang telat masuk ke pondok dengan uzur yang diizinkan, seperti sakit, dengan syarat harus membawa surat keterangan dokter dan telah meminta izin kepada asatidzah yang ada.

“Kalau ada santri yang sakit dia harus bawa surat keterangan dari dokter atau surat sudah izin dari asatidzah, seperti dari Ustaz Ismail, Ustaz Hasan Basri, untuk datang terlambat, nantinya ada kemungkinan dia bayar setengahnya (dendanya) atau tidak bayar sama sekali tergantung uzurnya apa,” tambahnya.

Petugas memotong rambut santri yang panjang sesuai peraturan pesantren.

 

Menyikapi hal ini, Ustaz Ismail Ayyub, M.Pd. selaku Ketua Bagian Kesiswaan mengingatkan para santri yang masih berada di luar agar segera kembali ke pesantren guna mengikuti kegiatan belajar mengajar yang telah berlaku sejak Sabtu 28 Mei 2022 lalu.

“Mohon untuk diperhatikan, karena rida Syekh ini merupakan dasar utama. Kalau bisa, dalam hari-hari ini diusahakan secepatnya untuk kembali agar kita tergolong menjadi murid-murid yang taat, karena taat itulah membuat ilmu itu manfaat,” ungkap beliau.

Beliau juga mengingatkan bahwa Abuya tentunya akan kecewa jika mengetahui masih banyak santri-santrinya yang hingga kini belum juga kembali ke pesantren.

“Saya yakin apabila guru atau orang tua kita, Abuya Zein Baharun, mengetahui bahwasanya kita sampai saat ini belum pulang, tentunya beliau akan memikirkan apa penyebabnya dan tentunya beliau kurang senang,” tambah beliau.Afdillah/red.

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Mengenal Lebih Dekat Ulama Kharismatik dengan Museum Abuya Al-Maliki

Previous article

Metode Praktis Belajar Ilmu Falak

Next article

Comments

Leave a reply