Bangil, Dalwa Berita- Pondok pesantren Darullughah Wadda’wah akan mengutus 2 santrinya untuk bertugas di Lembaga yang dibina oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., hal ini sebagaimana yang diungkap oleh Penanggung Jawab Santri Praktek Mengajar (SPM) Dalwa, Dr. Sholahuddin Hasyim, M.H.I. kepada Dalwa berita, Senin sore (3/8/2026).

Foto kedua santri yang akan ditugaskan
Santri yang ditugaskan ialah Husnur Rozaki asal Lombok, NTB dan juga Muhammad Arsyad asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan; keduanya akan ditugaskan ke Pondok Pesantren Al-Ikhlas Assalam, Tangerang, Banten.
Penugasan ini adalah tindak lanjut dari permintaan Menteri Agama saat beliau bertemu Abuya Zein di kediamannya di Jakarta yang ingin ada dari Dalwa ditugaskan mengajar pesantren-pesantren yang dibina oleh Prof. Nasaruddin Umar.
“Diantara yang dibicarakan saat pertemuan Abuya dengan pak Menteri saat di Jakarta itu ada beberapa program diantaranya adalah pengiriman santri tugas, dan pak Menteri itu punya pondok pesantren, sehingga beliau berharap semoga di pesantren beliau juga bisa dikembangkan program bahasa Arab, oleh karenanya pak Menteri meminta ke Dalwa untuk mengirimkan santri-santri tugasan sebagaimana pondok lainnya,” ujar beliau.

Kunjungan Abuya Al-Habib Zein Baharun ke kediaman Menteri Agama di Jakarta pada (7/6/2026) lalu.
Menurut penuturan ustadz Sholahuddin, pada awalnya pak Menteri ingin meminta santri Dalwa dikirim ke semua pesantren yang berada dibawah binaan beliau, karena keterbatasan jumlah santri yang bertugas akhirnya untuk saat ini Dalwa hanya baru bisa mengirim 2 santri dan untuk 1 pondok saja.

Moment kedua santri tugasan sedang berbincang dengan Penanggung Jawab Santri Praktek Mengajar (SPM) Dalwa, Dr. Sholahuddin Hasyim, M.H.I.
Keduanya akan diberangkatkan pada Selasa (4/8/2026) ini dan ditugaskan di Ponpes Al-Ikhlas Assalam, Kemiri, Tangerang, Banten. Guna membantu mengembangkan program bahasa Arab disana.
“Tugas utama mereka itu adalah pengembangan bahasa Arab disamping tugas-tugas lain yang nanti akan diberikan,” ujar beliau.
Beliau pun berharap agar kedua santri yang ditugaskan ini bisa mewujudkan apa yang diinginkan Menteri Agama; yakni berkembangnya bahasa Arab.
“Kita berharap apa yang diinginkan pak Menteri untuk pengembangan bahasa Arab itu bisa dicapai oleh santri Dalwa ini,”
Sebagai informasi tambahan bahwa tugasan ke pesantren binaan Menteri Agama ini akan menjadi program tahunan dan akan diambil dari kelas 2 Aly yang mengikuti program SPM (Santri Praktek Mengajar). Adapun kriteria santri yang akan dikirim ke tempat tersebut adalah santri yang memang memumpuni dibidang bahasa Arabnya. Afdillah/red.

Comments