Bangil, Dalwa Berita- Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Ar-Rahmah Surabaya (STIDKI Ar-Rahmah) mengadakan kunjungan studi banding ke Pondok Pesantren Darullughah Wadd’awah pada Rabu siang (5/8/2026).
Peserta kunjungan yang berjumlah 10 orang itu disambut hangat oleh jajaran dosen dan pengurus Ponpes Dalwa di ruang pertemuan lantai 7 Mabna Abuya Hasan Baharun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Habib Ali Zainal Abidin Bilfaqih, M.Pd., Dr. Sholahuddin Hasyim, M.H.I., Dr. Achmad Makki Lazuardi, Lc., M.Pd., Dr. Fauzi Hamzah, M.Pd., Habib Abdurrahman Ba’agil, Ustadz Hasan Basri selaku Ketua Bagian Bahasa, Ustadz Rif’at selaku Bagian Pendidikan, Ustaz Miftahurrahman selaku Wakil Ketua Tahfiz Al-Qur’an Dalwa 4, serta beberapa asatiz lainnya.
Kegiatan tersebut diisi dengan diskusi dan sharing session yang membahas berbagai aspek pengelolaan pesantren, mulai dari kemahasiswaan, pembinaan bahasa Arab, kedisiplinan, hingga tahfiz Al-Qur’an.
Usai sesi diskusi, rombongan tamu disuguhkan video profil dan sosialisasi Ponpes Dalwa yang memperkenalkan sejarah, program, serta berbagai aspek kehidupan di lingkungan pesantren.
Acara diakhiri dengan pembacaan Surah Al-Fatihah oleh Ustadz Hasan Basri, dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata antara kedua pihak.
Usai acara berakhir, para tamu diajak berkeliling oleh Dr. Fauzi Hamzah dan Habib Abdurrahman Ba’agil untuk meninjau berbagai fasilitas Ponpes Dalwa, di antaranya Perpustakaan Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki serta aula pertemuan di lantai 9 dan 10 Mabna Abuya Hasan Baharun.
Menurut Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Kepesantrenan STIDKI Ar-Rahmah, Muhammad Anfaul Ulum, Ponpes Dalwa dipilih sebagai lokasi studi banding karena kedua institusi memiliki sejumlah kesamaan.
“Karena banyak kesamaan. Sekolah tinggi yang campur dengan pesantren, serta ada kedisiplinan yang gak terpisah antara akademik dan agama, dan juga ada program tahfidznya,” ujarnya kepada Pers Dalwa Berita.
Beliau juga mengaku senang dapat berkunjung ke Ponpes Dalwa serta memperoleh banyak pelajaran dari kegiatan studi banding tersebut.
“Sangat bahagia merasa terhormat bisa diterima, dan kami belajar banyak di sini tentang keikhlasan, bahwa kalo guru itu ikhlas insyaallah semua dimudahkan. Begitu juga prinsip kedisiplinan, insyaallah itu yang akan berusaha kami install dalam peraturan-peraturan yang ada di pesantren,” ujarnya saat diwawancarai Pers Dalwa Berita. Aufan/red

Comments