Bangil, Dalwa Berita- Dalwa Cafe River menggelar kompetisi Fun Brew kedua pada Ahad (30/8/2026). Perlombaan menyeduh yang terbuka gratis untuk kalangan santri dan masyarakat umum ini diikuti oleh 18 orang peserta. Selain menjadi ajang kompetisi, event ini juga bertujuan sebagai sarana silaturahmi yang mempererat kebersamaan antara peserta, juri, maupun pihak panitia.
Acara diawali dengan sesi technical meeting, di mana para peserta diperkenalkan dengan karakteristik dan aroma biji kopi yang akan dilomba. Guna menjaga sportivitas dan kualitas penilaian, kompetisi ini menghadirkan dua juri profesional dalam dunia perkopian, yaitu Aang yang berasal dari Purwosari, Kabupaten Pasuruan, dan Andreas dari Kota Pasuruan serta Habib Hamzah.

Perlombaan resmi dimulai pada pukul 16.15 WIB, panitia mulai mengundi nama-nama peserta untuk menentukan urutan tampil. Menggunakan sistem sistem gugur tensi kompetisi terasa tinggi namun para peserta tetap menunjukan semangat luar biasa dalam meracik dan menyajikan kopi terbaik mereka di hadapan para juri.
Antusiasme peserta semakin terpacu dengan apresiasi yang disiapkan oleh pihak penyelenggara. Kali ini, Dalwa Cafe River menyediakan total hadiah senilai Rp3.500.000 yang diperebutkan oleh dua pemenang terbaik.
Setelah melakukan persaingan ketat, kompetisi akhirnya memasuki babak final pada pukul 21.12 WIB. Dua peserta terbaik, Mas Ahmad al-Hamid dan Mas Adam dua peserta yang lolos dan siap bersaing memperebutkan gelar juara. Sebelum perlombaan dimulai, keduanya tampak berbincang-bincang mendiskusikan karakteristik biji kopi yang akan mereka gunakan di babak penentuan tersebut.
Mas Aang dan Mas Andreas selaku juri Fun Brew tampak bersemangat menantikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang pada event kali ini. Begitu pembawa acara (MC) memberikan aba-aba tanda dimulainya final, ketegangan langsung terasa, terlihat dari raut wajah Mas Ahmad dan Mas Adam sangat konsentrasi dalam meracik kopi terbaik mereka.
Setelah racikan kopi dari kedua finalis siap, panitia langsung menyajikannya di hadapan meja juri untuk dicicip. Usai melewati proses penilaian, Mas Aang dan Mas Andreas akhirnya memutuskan bahwa yang menjadi juara di event kali ini adalah mas Ahmad al-Hamid yang berasal dari kalangan santri.
Kemenangan Mas Ahmad dari kalangan santri ini menuai pujian mendalam dari pihak tim penilai. Dalam sesi wawancaranya, Mas Aang selaku juri menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas seduhan sang juara.
“Asik sih ini, first time aku menghadiri acara seperti ini di pondok, aku jadi new experience, ternyata santri bukan cuma jago dalam bidang agama aja, ternyata santri ngopi nya jago juga,” ungkapnya.
“Ini merupakan awal sih ya buat para santri jadi harus banyak belajar lagi, tapi bekalnya mereka udah dapet jadi tinggal banyakin experience lagi, santri Dalwa harus sering ikut kompetisi lagi diluar sana,” pesannya.
Acara ini juga menjadi bukti bahwa ruang kreativitas bagi para santri kini semakin luas. Salah satu peserta, Mas Dito, menyampaikan bahwa keterlibatan santri dalam ajang seperti ini mematahkan stigma lama.
“Saya sendiri pemilik [mempunyai] cafe di Sidoarjo sangat kaget saat melihat para peserta yang dari kalangan santri bisa membuat kopi bahkan bisa menandingi peserta non santri yang sekaligus mereka itu barista di cafe-cafe luar sana,” ujar Dito dalam sesi wawancara di sela-sela acara.
Keseruan juga dirasakan para pengunjung yang hadir. Mas Tois, salah satu penonton yang menyaksikan jalannya acara, turut menyampaikan kekagumannya dalam sesi wawancara.
“Luar biasa, karena orang berfikir santri hanya mengaji. Cuman ternyata saya liat skill mereka juga luar biasa, dan mereka layak untuk mengikuti acara seperti ini lagi di luar sana,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian acara Fun Brew kedua ini akhirnya resmi ditutup dengan prosesi pembagian hadiah kepada para pemenang. Momentum penuh kebersamaan tersebut kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama antara seluruh peserta, juri, dan jajaran panitia. Arkan/red

Comments