beritaEvent PondokWildan

Paparkan Metode Abuya Hasan Mengajar Bahasa Arab Pada Kunjungan Darut Tauhid Ke Dalwa

0

Bangil, Dalwa Berita- Dalam pengembangannya, Bahasa Arab di Ponpes Darullughah Wadda’wah memiliki metode yang diajarkan oleh pendiri pondok Dalwa Abuya Habib Hasan Baharun ternyata menarik perhatian berbagai lembaga pendidikan untuk mengadopsi metode pembelajaran Bahasa Arab seperti yang ada di Dalwa.

                Seperti halnya kunjungan Ponpes Darut Tauhid Jepara ke Ponpes Dalwa (19/12/19) yang bertempat di Rahat Room Dalwa Hotel Syariah. Turut hadir menyambut rombangan tamu tersebut sekaligus menjadi pembicara guna menjawab berbagai pertanyaan seputar informasi yang dibutuhkan dalam rangka studi banding itu, dari bidang kesiswaan, ada Ustadz ismail ayyub, M.Pd.I selaku ketua bagian kesiswaan bersama staff lainnya yang berhadir untuk memenuhi hajat tersebut. Dari bidang Bahasa Arab ada ketua bagian Bahasa Arab Ponpes Dalwa ustadz hasan basri bin Muhammad, dan ada pula Ustadz Imaduddin, M.Pd.I selaku Wakil rektor I.

                Ustadz hasan basri dalam sambutannya memaparkan bahwa “Abuya hasan sudah jauh mengajar Bahasa Arab sebelum Darullughah Waddahwah itu ada.”

                Adapun dalam menguasai Bahasa Arab, Ustadz  Hasan Basri membagikan metode yang selama ini dicontohkan dan diajarkan oleh Abuya Hasan, yaitu dengan “membaca-diterjemahkan-dihafal-diulang-ulang-dan dipraktekan” ujar ustadz yang berasal dari Masalembu Madura itu.

                “Bahasa Arab itu harus dipraktikkan, kalau hari ini sudah tahu mufrodatAna’ maka jangan lagi pakai kalimat ‘saya’.” Tambah beliau.

                “Selain metode-metode tadi, juga butuh seorang Muallim yang juga lancar berbahasa Arab. Sehingga bisa melatih dimana pun para santri berada, dan membimbing para santri tidak hanya di dalam kelas tapi juga di luar kelas.” Pungkas ustadz yang menjadi sumber inspirasi para santri Dalwa dalam berbahasa Arab.

                Disamping kiat-kiat diatas, beliau juga menyebutkan bahwa dalam pengawasan agar santri tetap berbahasa Arab didirikan pula yang namanya Qismul Lughah Al arabiyah sebagai badan regulasi hukum  itu sendiri.

“Karena peraturan tanpa hukuman tidak akan berpengaruh. Harus ada sanksi, tapi kita sesuaikan dengan keadaan santri kita.” jelas ketua bagian Qismul Lughah Al arabiyah Ponpes Dalwa. “Syaratnya jangan sampai cedera, yang penting bisa menginggatkan.” Tekan beliau

Dalam perjalanan beliau membina para santri, beliau mengaku sudah pernah menghadap ke Abuya Hasan untuk mengusulkan sanksi yang lain, akan tetapi Abuya Hasan menjawab “Silahkan kamu gunakan cara lain, tapi jangan tinggalkan “Dhorob” ini. Saya inggin mendapatkan keberkahan dari doa nabi ﷺ yang berbunyi  “Semoga Allah Swt merahmati orang yang menggantungkan cameti (cambuk) untuk mendidik keluarganya” (Kitab Jami’usshaghir).

“Orang hanya melihat Dalwa punya Biiah Lughah sehingga ingin diadopsi oleh mereka, tapi mereka tidak tahu bagaimana Dalwa menciptakan lingkungan berbahasa Arab tersebut. Saya pernah temui di suatu pondok pesantren porsi bahasa Arabnya hanya satu jam sehari, bagaimana Biiah Lughahnya mau hidup?.  Di Dalwa pagi-siang-malam, bahkan sebelum tidur membaca kitab Muhawaroh (percakapan bahasa Arab). Jadi kalau ingin tercipta Biah Lughahnya, beri porsi yang banyak untuk bahasa Arabnya.” Pungkas beliau.Wildan/red.

admin dalwaberita.com
Media informasi dan berita terpercaya seputar Ponpes Dalwa

Tim Penilai Madrasah Kemenag Pasuruan, Uji Yayasan Ponpes Dalwa

Previous article

Mulia Dengan Warisan Nabi

Next article

Comments

Leave a reply