Bangil, Dalwa Berita – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (HMPS ESY) menggelar kuliah umum di lantai 2 Mabna Abuya Hasan Baharun pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah dari semester 1 hingga semester 7.
Dalam wawancaranya, Ketua Program Studi ESY, Muhammad Robi’in, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kuliah umum tersebut tidak hanya direncanakan sebagai kegiatan tahunan, tetapi juga akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dengan tujuan untuk mempererat ukhuwah di antara mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah.
“Kuliah umum ini akan kami selenggarakan ke dalam jenjang periode selama tiga bulan akan kami adakan kuliah umum, tentunya untuk meningkatkan ukhuwah antar mahasiswa tiap semester,” ungkap beliau kepada Pers Dalwa Berita.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Syariah, Muhammad Robi’in, S.E., M.M., serta sejumlah dosen ESY, diantaranya Muhammad Alkaf, M.E., Aziz Akbar, M.E., dan Dr. (C.) Muhajir Sulthonul Aziz, Lc., M.E.
Kegiatan diawali dengan pengarahan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi ESY, Muhammad Robi’in S.E., M.M. Dalam arahannya, beliau menerangkan kepada mahasiswa seputar sistem pengelolaan keuangan khususnya konsep active income dan passive income, serta pentingnya membangun sumber pendapatan pasif di samping pendapatan aktif.
“Kalau active income, kita [bekerja] hari ini untuk hari ini hidup kita. Tapi kalau passive income,ini untuk masa depan kita, untuk kebebasan kita, Jadi semuanya ini harus memiliki passive income.”jelas beliau.
Pemaparan materi kemudian dilanjutkan oleh Dr. (C.) Muhajir Sulthonul Aziz, Lc., M.E., yang memaparkan saham dan investasi kepada para mahasiswa. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan pentingnya membangun aset sejak usia muda sebagai bekal untuk memenuhi kebutuhan finansial di masa tua.
Selanjutnya, beliau memperkenalkan prinsip dasar dalam menabung, yakni “sisihkan jangan sisakan”. Melalui prinsip tersebut, beliau menjelaskan kepada para mahasiswa suatu kiat yang efektif supaya uang bulanan yang diberikan oleh orang tua agar dapat dimanfaatkan dengan lebih bijak.
“Ketika ada uang yang datang setiap bulan dari orang tua, seyogianya uang ini kita sisihkan dahulu, biar menjadi keuangan masa depan,” jelasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Aziz Akbar, M.E. Aupan/red.

Comments