beritaEvent PondokFahri

Mengenal Lebih Dekat, Kuda Mudirul Ma’had

0

Ketika melewati area belakang Pondok putra, banyak dari sebagian orang bertanya, milik siapa kuda ini? Ya, itu merupakan kuda piaraan pimpinan pondok putra, Abuya Habib Zein Baharun dan adik beliau, Habib Segaf bin Ahmad Baharun.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, Rosulullah ﷺ bersabda “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.” Setidaknya ini yang menjadi landasan mengapa Mudirul Ma’had memelihara kuda. Menurut Said, salah satu santri yang khidmah merawat kuda, kedua kuda tersebut ada sejak enam tahun yang lalu. Kuda coklat yang dinamai Duldul merupakan kuda milik Habib Segaf Baharun. Sedangkan kuda hitam yang dinamai Mandub merupakan kuda milik Abuya Zain Baharun. “Beliau (Habib Segaf) tidak sembarangan dalam menamai kedua kuda tersebut. Duldul merupakan nama Bighal milik Nabi SAW hadiah dari Al-Muqauqis. Sedangkan Mandub adalah kuda milik Abu Thalhah yang diberi nama oleh Rosulullah ﷺ. ” Papar Said saat diwawancarai oleh redaksi Dalwa Berita.

Kuda yang didatatangkan langsung dari Sumbawa tersebut selalu rutin dibersihkan terutama diwaktu pagi dan sore. Kendati demikian, tetap ada kendala-kendala khusus dalam perawatannya seperti ketika kuda sakit, para pengurus kuda kewalahan dalam mencari chanel dokter hewan. “Ya saya dan teman-teman muter-muter mencari dokter hewan nggak ketemutemu. Eh malah ketemunya di daerah Pogar. Pernah kira-kira dua bulanan yang lalu kuda coklat kurus banget. Udah kayak mau pingsan. Tapi kita dapat jaringan dari Tretes, agar memberinya Combantrin, obat cacingan. Akhirnya sampai sekarang untuk menanggulangi hal tersebut, kami selalu memberinya tiga bulan sekali.”

“Selain itu, sebagai hewan yang aktif, kedua kuda tersebut diberi suplemen Royal Horse agar staminanya selalu terjaga, serta selalu dilatih setiap hari agar otot-otot kuda tidak tegang dan kaku.”

Diberi amanat merawat kuda, sama sekali tidak membuat pengurus kuda yang terdiri dari lima orang meliputi Suheil, Said, Ahmad Hidayat, Hasan Tiro dan Adam menyesal. Bahkan ditengah khidmahnya tersebut terdapat beribu kesan yang tak terbayarkan. Seperti dikenal oleh Habib Segaf dan mendapat nasihat-nasihat khusus dari beliau. Sampai saat ini pesan dari Habib Segaf yang selalu membekas di benak santri kelas dua Aliyah ini adalah, “Khidmah jangan mandang bulu. Dimana ada kerjaan yang tidak beres, ambil. Fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan).”Fahri/red

admin dalwaberita.com
Media informasi dan berita terpercaya seputar Ponpes Dalwa

HMJ MPI Gembleng Skill Leadership Dan Keorganisasian Lewat Worskhop

Previous article

Kuliah Bareng, Sukses Bareng

Next article

Comments

Leave a reply