Bangil, Dalwa Berita- Sekitar 380 santri kelas 2 Aliyah Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wahangkata Al-Bahir berkumpul di lantai 9 Mabna Abuya Hasan Baharun, Senin (29/06/2026), untuk mengikuti seminar pembekalan perdana Program Santri Praktik Mengajar (SPM) sebagai persiapan sebelum diberangkatkan pada 2027.
Seminar perdana bertajuk “Majelas Bareng Guru” tersebut menghadirkan Ustaz Hasan Basri selaku Ketua Divisi Bahasa Arab Ponpes Dalwa sebagai pemateri.

Ustaz Hasan Basri Menyampaikan Materi Pembekalan
Dalam seminar tersebut, Ustaz Hasan Basri menegaskan bahwa Bahasa Arab bukanlah bahasa yang sulit.
“Arabiyah bukan bahasa yang susah. وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ. Jika Al-Qur’an itu mudah, apakah mungkin bahasa Al-Qur’an itu susah?“ ungkap Ustaz Hasan Basri.
Menurutnya, kesulitan mempelajari Bahasa Arab lebih disebabkan oleh minimnya praktik daripada tingkat kesulitan bahasanya sendiri. “Kita menganggap Bahasa Arab susah karena kita tidak terbiasa berbicara dengannya,” ujar Ustaz Hasan Basri.
Seminar pembekalan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi peserta Program Santri Praktik Mengajar (SPM) sehingga mereka lebih siap menjalankan tugas saat diberangkatkan pada 2027.
Ustaz Hasan Basri berharap para peserta Program SPM benar-benar siap menjalankan tugas setelah mengikuti rangkaian pembekalan.
“Supaya betul-betul sesuai dengan yang diinginkan Abuya dan yang diharapkan oleh pondok-pondok setempat, mampu memberikan manfaat kepada mereka. Makanya perlu persiapan sedikit demi sedikit sampai betul-betul siap,” ujar beliau kepada Tim Dalwa Berita.
Ketua Pelaksana, Sayyid Mahdi Alaydrus, menjelaskan bahwa pembekalan peserta Program SPM pada semester pertama akan dilaksanakan dalam tiga pertemuan.
“Kira-kira di semester ini target kita untuk “Majlas Bareng Guru” ada 2 dan talkshow 1. Jadi insya Allah semester sekarang ini ada 3 pertemuan di SPM itu,” jelas Sayyid Mahdi.
“Kalau “Majlas Bareng Guru”, insya Allah sama Ustad Hasan Basri terusn karena emang itu permintaan beliau. Kalau talkshow, insya Allah setiap bulannya kita beda-beda, kita pengen bertahap, dari Orsada dulu, Mutakhasis sampai ujung daripada talkshow kita itu bersama Assoc. Prof. Dr. Segaf Baharun,” ujarnya.
Salah seorang calon peserta Program SPM Angkatan 2027, Sayyid Musa Assegaf, menyampaikan kesannya setelah mengikuti seminar pembekalan tersebut.
“Alhamdulillah seneng banget, bahagia, mustawa (Angkatan) kita bisa ngumpul, ukhuwahnya jadi diperketat, acara pembekalan pertama buat kita ntar mursal (utusan), insya Alllah anak-anak makin istiqomah kedepannya biar makin lebih baik lagi buat persiapan di mursalnya ntar,” ungkapnya kepada Tim Dalwa Berita.
(Adibun/red)

Comments