berita

Sebelum Mengikuti Kegiatan Pesantren, Santri Baru Harus Mengikuti Pembinaan Terlebih Dahulu

0

Bangil, Dalwa Berita – Santri baru Dalwa Pusat tahun ajaran 1444-1445 H./2023-2024 M. harus mengikuti pembinaan khusus dalam mempelajari bahasa Arab sebelum mengikuti kegiatan pesantren secara penuh.

Dalam kurikulum  tersebut, santri baru diharuskan mempelajari dan menghafal kosakata bahasa Arab yang notabene menjadi bahasa sehari-hari, sekaligus bahasa yang digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar, seperti yang dikatakan wakil pengurus santri baru, Muhammad Rizky Pratama.

“Untuk pembelajaran Bahasa Arab, sebagaimana yang dikatakan Abuya Hasan ‘Semua kunci ilmu itu kalau mau mendapatkannya maka harus belajar Arabiyah.’,” katanya, Selasa malam (1/8/2023).

266 santri baru yang berada di Dalwa pusat melakukan pembinaan tersebut sejak kedatangan mereka, dari bulan Juli hingga akhir semester satu atau dalam kurun waktu 2 bulan.

Seharusnya, pembelajaran santri baru dimulai semenjak bulan Mei. Namun, karena santri tahun ajaran baru tiba di pesantren pada bulan Juli, pembelaran khusus tersebut hanya bisa dilakukan selama 2 bulan.

“Satu semester, karena keterlambatan sekolah luar. Sehingga kita cuman dapatkan waktu itu sekitar dua bulan. Jadi muharram dan safar, nanti rabi’ul awal sudah selesai.” jelas wakil pengurus tersebut.

Metode pembelajaran santri baru tersebut seperti cara yang telah diajarkan oleh Abuya Hasan dan Ustaz Hasan Basri dengan menggunakan kitab Af’al Yaumiyah dan Muhawarah karangan Abuya Hasan Baharun.

Tak hanya mempelajarinya, mereka diwajibkan hafal kedua kitab tersebut dalam kurun waktu 20 hari atau paling lambat satu bulan.

“Kami mewajibkan mereka menghafal Af’al Yaumiyah itu sekitar sebulan atau 20 hari, yang mana Af’al itu adalah inti dari pada pembelajaran bahasa Arab khusus dari Dalwa,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dimulai setelah sholat dan pembacaan wirid Subuh hingga jam 06.00 pagi dan setelah sholat Maghrib hingga Isya’.

Selain bahasa Arab, mereka diajarkan ilmu dasar yang lain, seperti ilmu fiqh menggunakan kitab Kaifatusholi bersama Ustaz Ismail Ayyub dan ilmu Talakki Al-Qur’an.

Dalam pembinaan santri baru tersebut, Rizky Pratama berharap agar santri bisa berbahasa Arab dalam kesehariannya, seperti yang diharapkan oleh Abuya Al-Habib Zein bin Hasan Baharun.

“Harapan kita, moga-moga mereka mendapatkan Bahasa Arab yang sesuai dengan keinginan Abuya,” harapnya ketika ditanya oleh Dalwa Berita.Amir/red.

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Intip Rapat Persiapan Multaqo Ke-11 Al-Hasaniyyah Ponpes Dalwa

Previous article

Jalin Kedekatan Antara Polisi dan Santri, Polres Pasuruan Gelar Sosialisasi Setahun 2 Kali

Next article

Comments

Leave a reply