beritaEvent PondokRedaksiSandiTamuUlamaWawancara

Wawancara Ekslusif Bersama Habib Alwi Bin Syihabuddin, Ini Kesan dan Harapan Beliau

0

Bangil, Dalwa Berita- Lembaga Pers Mahasiswa Dalwa Berita berkesempatan melakukan wawancara ekslusif bersama Prof. Dr. Al-Habib Alwy bin Hamid bin Syihabuddin yang merupakan seorang pakar Hadis ternama dari kota Tarim, Yaman. Pada Rabu Malam (29/05/2024) lalu di kamar tamu Dalwa Hotel Syariah.

Berikut hasil wawancaranya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia:

Bagaimana kesan Antum saat berkunjung ke pondok Dalwa untuk ke-2 kalinya ini?

Bismillah, walhamdulillah, allahumma sholli ala sayidina muhammadin wa ala alihi wa sahbihi wasalam, amma badu. Saya sangat senang bisa kembali berkunjung ke pondok Dalwa untuk kedua kalinya, yang mana kunjungan pertama itu saya lakukan pada tahun 2019 lalu, hampir kurang lebih satu bulan saya menetap di sini bersama keluarga.

Saat itu saya diberi mandat untuk mengisi dauroh ilmiyah (kajian) setiap selepas shalat shubuh untuk santri putri dan setiap habis maghrib bersama santri putra. Ketika itu kita baca 5 buku baik santri putra maupun putri, tentu semuanya itu tak lepas dari jasa keluarga besar Baharun, Abuya Zein, Habib Segaf, Habib Ali, dan Habib Husein. Selain mengajar, saya juga mendapat banyak manfaat disana karena bisa berkumpul dengan orang orang sholeh yang ada di Dalwa.

Tapi pada kunjungan kali ini saya tak bisa menetap lama seperti sebelumnya, dikarenakan sekarang saya sedang berfokus pada pendirian pondok Darul Hadis yang sedang saya bangun. berbeda dengan dahulu saat saya masih belum punya tanggungan seperti ini.

Dan Alhamdulillah sekarang dari Darul Hadis sudah ada 70 orang santri yang lulus, baik dari Indonesia maupun Malaysia bahkan dari Dalwa juga ada.

Sebagaimana tema pada malam hari ini “ الشباب المسلم الى اين؟ “ Bagaimana pendapat Antum tentang pemuda-pemuda yang ada di Ponpes Darullughah Wadda’wah?

Sebenarnya, pondok Dalwa itu sendiri jika dibandingkan dengan banyaknya pondok yang ada di Indonesia ini, para santrinya memiliki keunggulan yang signifikan dalam pehaman mereka dalam bahasa Arab.

Yang mana bahasa Arab merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu agama, maka barang siapa yang mempelajari ilmu agama namun lemah dalam ilmu bahasa Arab maka tidak akan mampu untuk memahami ilmu agama secara keseluruhan, sebagaimana yang diwariskan oleh ulama-ulama terdahulu.

Tapi saya katakan tentunya tak mudah untuk bisa mempraktekan bahasa Arab ini, diperlukan usaha yang besar seperti mengaharuskan pertemuan langsung dengan guru, kemudian mengharuskan penggunaan bahasa Arab di mana saja mereka berada yang tentu pelakasanaannya membutuhkan perhatian yang sangat besar.

Begitu pula saya dengar bahwa di pondok ini kalian juga mepelajari bahasa Inggris, masya Allah itu sangat bagus karenanya merupakan bahasa internasional. Saya sendiri menyediakan pembelajaran Bahasa Inggris dan beberapa bahasa lainnya di pondok Darul Hadis.

Apakah ada seseuatu yang ingin Antum sampaikan untuk santri-santri Dalwa?

Ada satu hal yang ingin saya sampaikan untuk seluruh santri putra dan putri pondok Dalwa secara khusus, bahwa pondok Darul Hadis dibuka berdasarkan kerjasama bersama Habib Segaf Baharun dan para Habaib yang ada di Indonesia juga Hadramaut, terutama yang paling memberikan kontribusi besar pada pendiriannya yaitu Habib Abu Bakar Al-Adni Al-Mashyur yang mengirimi saya surat berisikan; “Sesungguhnya penduduk Hadramaut membutuhkan sosok seorang ahli hadits, dan sekarang engkau merupakan orang yang memiliki otoritas dalam ilmu hadis, maka berusahalah untuk mangambil bagian dalam menyebarkan ilmu ini (hadits),” maka saya menyanggupi permintaan beliau denganmendirikan pondok Darul Hadis, bahkan bukan hanya beliau yang meminta saya dalam hal ini, namun permintaan juga datang dari Habib Ali bin Abdul Qodir Al-Habsyi, juga Habib Salim Asy-Syathiri.

Selama mendalami ilmu hadis ini, alhamdulillah saya sudah mengarang 54 kitab tentang berbagai paham keilmuaan dengan ilmu hadis sebagai dasarnya. Begitupula yang saya praktekan pada santri Darul Hadits setelah mereka menghapal kitab bulughul maram, al-iroqi, ilal, ilmu takhrij hadis, nasihk wa masnsukh kemudian mereka saya perintahkan untuk mengumpulkan hadis-hadis di negeri mereka untuk dibuat penelitian. Seperti ada yang dari Depok, Sumatra, Jambi, juga Kalimantan, Banjarmasin tak sedikitpun menghalangi mereka untuk menjadi ahli dalam ilmu hadis.

Maka saya berharap kepada Allah ta’ala, agar kelak datang kepada kami santri-santri Dalwa yang mana dalam pengetahuan kami mereka memiliki keunggulan dalam bidang bahasa Arab bahkan Insya Allah dipenuhi orang orang yang haus akan ilmu. Maka dengan senang hati kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi santri putra dan putri Dalwa secara khusus dan santri serta mahasiswa Indonesia secara umum untuk menimba ilmu di Pondok Darul Hadis sekaligus menggapai gelar akademi disana. Sandi\red.

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Apakah Keberagaman Faktor Penghambat Kemajuan Indonesia?

Previous article

Dengan Wejangan Zuhud, Habib Segaf Awali Kajian Al-Hikam Tahun Ini

Next article

Comments

Leave a reply