ArtikelGustiawanKolomOpini

Yuk Capai Impian di Tahun 2024 dengan Prinsip Ajarannya Nabi Muhammad!

0

“Ya Allah, semoga tahun 2024 apa yang saya impikan cepat terkabulkan.”

Kita sudah mendekati penghujung tahun 2023 dan akan tahun 2024. Tak terasa sudah, seperti baru kemarin kita menginjak tahun 2023, eh, udah mau masuk tahun baru lagi.

Tapi ngomong-ngomong, pencapaian apa saja yang sudah kalian capai di tahun ini? Apakah sudah menemukan jodoh? apa sudah membahagiakan orang tua? apa sudah membeli rumah impian? apa sudah memiliki harta yang melimpah? Target mana yang sudah kalian capai?

Ingat, waktu semakin berlalu dan kita semakin menua. Jika terus menua dengan keadaan dan prestasi yang begini-begini saja, bukankah kita akan tergerus oleh perkembangan zaman. Sudah saatnya kita capai titik yang lebih tinggi lagi, menuju pribadi yang lebih baik lagi dan memberikan dampak positif lebih luas lagi.

Kita umat muslim tentu harus mengetahui bahwa syariat kita ini tetap relevan hingga hari kiamat nanti. Jika sudah bicara syariat, tentunya kita tak bisa lepas dari kitb suci Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi Muhammad. Jika kita telaah lagi, Nabi Muhammad telah mengajarkan kepada umatnya agar terus berkembang dan semakin maju.

Sehubungan dengan tahun baru, kita pastinya memiliki penyesalan atas apa-apa yang telah lalu. Menyesal karena tidak berusaha sekuat tenaga, menyesal karena ada kesalahan dan berbagai penyesalan yang lainnya. Setiap dari kita pasti memiliki evaluasi diri dan berharap di tahun yang akan datang, kita berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Selaku seorang muslim yang patuh terhadap syariat, sudah barang pasti bahwa kita harus tahu prinsip apa saja yang harus melekat pada jiwa seorang muslim. Dari riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad pernah bersabda;

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dari hadis di atas terdapat suatu nilai yang bisa kita pegang teguh; meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. Jika kita ingin menggapai apa-apa yang sudah direncanakan untuk tahun depan, tentu kita harus fokus. Berhenti lakukan hal-hal yang tidak membantu kita dalam mencapai mimpi tersebut, apalagi tidak berguna, seperti rebahan, masih scroll sosmed, masih suka berkhayal, masih suka foya-foya dan lain-lain.

Sudah saatnya kita harus serius dalam mewujudkan impian kita. Mulai kebiasaan baru yang bermanfaat dan hentikan kebiasaan buruk. Sebab, jika kita masih terlena dengan kebiasaan kita yang selalu suck di zona nyaman, kita tidak akan pernah mencapai goals yang kita buat.

Sehubungan dengan itu, waktu berjalan maju, begitu juga dengan perkembangan yang semakin pesat dan maju. Hari ini tentu tidak sama dengan hari yang akan datang. Tantangan hari ini juga tidak sama dengan dengan hari esok. Pasti akan lebih berat. Nabi pernah bersabda;

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533).

Sabdanya sudah ada sejak 14 abad yang lalu dan hingga saat ini dapat kita rasakan. Lowangan pekerjaan makin hari makin sempit, persaingan makin ketat, mendapatkan pendidikan kian hari makin sulit, perekonimian seperti kian merosot dan lain-lain. Maka dari itu, sudah saatnya kita tinggalkan hal-hal yang tak berguna. Sadarilah! Hidup makin sulit, kalau Cuma reahan aja, kapan mau sukses?

Waktu terus berjalan cepat bagaikan pedang. Jika kita tidak melangkah maju, kita akan tertebas. Bayangkan saja, diam di tempat saja sudah berbahaya apalagi mundur, bukankah itu dinamakan bunuh diri?

Sebagai manusia yang berakal, sudah pasti kita tak ingin stugnan. Pasti mengharap perubahan dan kemajuan. Yang saat ini menjadi guru ingin menjadi kepala sekolah, yang saat ini jadi pegawai perusahaan ingin jadi eksekutif, yang saat ini jadi guru honorer pastinya ingin jadi PNS dan seterusnya. Semua pasti ingin menjadi lebih baik dari hari ini. Meski begitu, ada saja yang masih berdekap di zona nyamannya.

Imam Ali Ibnu Abi Thalib Karramallâhu Wajhah, pernah berkata, “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung, dan barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang merugi.

Maka dari itu, beruntunglah kalian yang memiliki semangat untuk masa depan yang lebih baik. Jangan menyerah apalagi berhenti! Tetap belajar, berusaha dan berdoa agak semua itu tercapai. Tetap fokus! Jangan tergoyahkan dengan hal yang tak perlu dan tak berguna. Semoga tahun depan bisa menjadi lebih baik dari tahun ini.Gustiawan/red.

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Melek Ekologi; Peran Manusia dalam Pelestarian Lingkungan Hidup

Previous article

Kunjungi Dalwa, Kapolri Disambut Baik Keluarga Besar Ponpes

Next article

Comments

Leave a reply