AfdillahArtikelKolomRedaksiTamu

Kunjungi Ponpes Dalwa, Syeikh Zein Al-Khatib Asal Tarim Sampaikan Pesan Khusus Bagi Para Santri

0

Bangil, Dalwa Berita- Seorang ulama asal Tarim, Yaman, Syeikh Zein bin Muhammad bin Abdullah Al-Khatib dalam kunjungannya ke Ponpes Dalwa, Selasa malam (09/01/2024) menyampaikan pesan untuk para penuntut ilmu, terutama mereka yang sedang menimba ilmu di Ponpes Dalwa.

Pertama, sebut Syeikh Zein, sebelum mendalami sebuah ilmu seorang santri harus terlebih dahulu meluruskan niatnya. pastikan ia memiliki niat yang shalehah dalam menuntut ilmu agar ilmu yang dituntut bisa menjadi ilmu yang bermanfaat serta barokah.

Beliau juga menambahkan jika seandainya seseorang memiliki niat yang shalehah, maka apa yang menjadi tujuan dan cita-cita ia kedepannya akan dipermudah meskipun keinginannnya tersebut kemungkinan sulit untuk didapatkan

“Niat itu adalah kendaraan, kemanapun jalannya jika memiliki niat yang baik insyaa Allah akan sampai pada tujuannya tersebut meskipun keinginannya itu sulit menurut kita untuk diraih,”ujar beliau.

Kedua, seorang santri harus senantiasa berusaha agar menjaga diri dari segala kemaksiatan. Dan senantiasa menjalankan apa yang menjadi perintah dari Allah swt. baik yang wajib ataupun yang sunnah.

Ketiga, lanjut beliau, seorang santri harus rajin memuraja’ah dan memuthola’ah pelajarannya.

Keempat, beliau juga mengingatkan agar para santri tak lupa mencatat segala faedah yang diberikan guru kepada mereka. Sebab dengan mencatat, kemungkinan hilangnya ilmu tersebut akan semakin kecil. Sebagaimana yang dikatakan: “Barang siapa yang menghafal, pasti akan hilang, dan siapa orang yang mencatat pasti akan tetap ada,”

Kelima, menghafal dan memahami mutun. Beliau menganjurkan untuk menghafalkan banyak matan-matan terlebih dari kitab-kitab seperti Risalah Al-Jamiah, Safinah An-Naja, dan Muqaddimah Al-Hadramiyyah.

Keenam, hormati kitab. Beliau mewanti-wanti dengan sangat agar para santri menjaga kemuliaan kitab yang dimilikinya. Karena di dalamnya terdapat kalam Allah dan Rasul-Nya dan terlebih itu merupakan ilmu pengetahuan yang berasal dari Allah Swt. Jangan sampai kitab itu dibelakangi apalagi sampai diletakkan di bawah tanpa alas karena meski tanpa ada maksud dari menghinakan, dari sisi adab hal itu sangat kurang.

Ketujuh, datang tepat waktu dan usahakan jangan sampai absen atau tidak masuk pelajaran.

Dikatakan bahwa Habib Hasan dan adiknya Habib Salim Asy-Syathiri saking tidak inginnya absen belajar di kelas, meskipun dalam keadaan sakit, mereka tetap mengusahakan diri mereka untuk tetap hadir dan mereka niatkan dengan hadirnya mereka ke majelis ilmu agar penyakit yang diderita menjadi sembuh. Dan ternyata cara seperti itu ampuh untuk menyembuhkan rasa sakit yang beliau derita.

Kedelapan, hormati guru. Dan hal yang terpenting dari semua itu adalah hormati guru dengan cara tidak berbicara atau bergurau ketika guru sedang menjelaskan dan dengan cara tidak bertanya dengan memotong pembicaraan di tengah-tengah beliau menjelaskan.

Kesembilan, sabar akan lamanya waktu belajar. Dalam menuntut ilmu beliau mengungkapkan harus ditempuh dengan proses yang lama dan panjang. Tak cukup hanya dalam waktu singkat untuk menjadi alim. Seorang santri harus bersabar akan pahitnya kehidupan selama proses pembelajaran agar kelak hasil yang didapatkan lebih manis dari pada madu.

Kesepuluh, amalkan ilmu yang telah diraih. Sebagaimana tujuan utama dari menuntut ilmu adalah untuk diamalkan. Maka seyogyanya bagi santi untuk mengamalkan ilmu yang sudah dipelajarinya meskipun dilakukan dengan bertahap dan sedikit demi sedikit.Afdillah/red.

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Prodi ESY Adakan Seminar Kewirausahaan Di Dalwa Hotel Untuk Pertama Kalinya Sejak Tahun 2019

Previous article

Intip Kamar Percontohan Dalwa Yang Baru Saja Diresmikan

Next article

Comments

Leave a reply