Ilham MaulidiKolom

“Tahun Baru Semangat Baru” Jangan Hanya Jadi Slogan Doang

0

“Tahun baru semangat baru!”

Kata-kata itu sering kita dengar setiap pergantian tahun. Baik dari sosial media , teman, keluarga maupun dari diri kita sendiri. Tapi yang menganjal adalah apakah ada perubahan yang berbeda setelah mengucapkan kata penyemangat itu? nyatanya tidak. Nyatanya, slogan itu hanya angin lalu dan tidak ada perubahan yang ada di diri kita.

Dalam menyambut datangnya tahun baru Islam, sebagai seorang muslim kita pasti memeriahkan pergantian tahun dengan hal yang tidak mengandung huru-hara berbau maksiat atau pun melanggar aturan syariat Islam. Tapi, ada hal terpenting dari itu semua, yaitu persiapan kita untuk menghadapi tantangan baru di tahun baru.

Memasuki tahun baru juga bertambah umur kita. Pastinya setelah bertambah umur, kita memiliki tujuan hidup bukan hanya untuk mengikuti alur takdir. moment tahun baru mungkin cocok buat kita untuk introspeksi diri ini. Sudah banyak waktu terbuang sia-sia tanpa ada arti, sehingga waktu yang cocok untuk kembali memperbaiki diri adalah tahun baru. Meskipun memperbaiki diri tak selamanya saat masuk tahun baru, tapi pada dasarnya kita selalu lengah dan menganggap masih ada waktu besok untuk berubah.

Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk membuka tahun baru dengan doa sebagai langkah awal dalam mengisi lembaran tahun baru. Hal ini sangat mempengaruhi jalan ke depannya. Mengawali dengan doa, sama halnya memiliki niat baik dalam mengawali tahun baru. Tentunya, ini sebagai pemantik untuk memperbaiki diri.

Begitu juga, penghujung akhir tahun sebagai sarana muhasabah diri dan ini sangat dianjurkan untuk mengevaluasi kesalahan dan juga kelalaian selama ini, dengan harapan tidak terulang kembali di tahun berikutnya.

Imam Hasan Al-Basri berkata, “Seseorang akan berada dalam kebaikan selama dirinya menjadi nasehat bagi dirinya dan selalu bersemangat mengevaluasi dirinya sendiri.”

Maka dari itu, slogan “Tahun baru semangat baru” tak hanya diucapkan di mulut dan kepalan tangan ke udara, tapi juga tertulis di dalam hati untuk menyemangati memperbaiki diri lebih baik dari pada sebelumnya. Jangan sampai umur terus bertambah tapi tidak ada perbedaan antara tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.

Sebagaimana Imam Fudhail bin Iyad berkata, “Hendaklah kamu menyibukkan memperbaiki dirimu, jangan kamu sibuk  dengan membicarakan orang lain. Barang siapa yang senantiasa sibuk dengan membicarakan orang lain maka sungguh dia telah terpedaya.

Karena memperbaiki takdir hidup ada di tangan kita. Meskipun Allah telah menetapkan takdir kita sebelum dilahirkan, kita sebagai manusia juga dituntut untuk berusaha memperbaiki diri dari kesalahan.

Konsekuensi memperbaiki diri adalah keluar dari zona nyaman. Selama ini kita tertutup dengan zona yang membuat diri tak memiliki perkembangan dan aktivitas yang sama dengan waktu terbuang sia-sia. Keluar dari zona nyaman membuat kesulitan menghadapinya. Emang semua kemudahan tak akan didapatkan dengan mudah. Seperti halnya seorang pemburu mutiara, ia harus berlayar ke tengah lautan bersama dengan risiko ombak dan badai yang bisa saja menerjang setiap saat. Hal itu tetap ia lakukan karena berdiam di tepi laut tak akan mendapatkan mutiara.

Di awal tahun baru jangan sampai kita lewatkan dengan hal yang sia-sia. Di awal ini adalah momen terbaik memulai perubahan. Tak perlu semuanya kita rubah, akan tetapi mulai dengan bertahap satu demi satu. Salah satu tekad penulis pada tahun baru nanti adalah tidak tidur pagi. Mungkin terdengar konyol tapi banyak yang tak menyadari bahwa tidur pagi sangat memengaruhi aktivitas sepanjang hari.

Saat niat baik untuk memperbaiki diri telah tertanam di dalam diri, maka akan ada jalan yang Allah tunjukan untuk mempermudah dalam mengapainya. Sebab, setiap niat baik yang terlintas di dalam hati telah Allah berikan pahala, dan prasangka Allah tergantung dengan prasangka hamba-Nya.

Semangat memperbaiki diri jangan menyerah!Ilham Maulidin/red.

admin dalwaberita.com
Media Informasi dan Berita Terpercaya Seputar Ponpes Dalwa

Keseruan Menyambut Tahun Baru di Dalwa Ba’alawi, Santri Baru Ikuti Pawai Obor

Previous article

Perluas Pemahaman Dakwah Santri, Departemen Dakwah Undang Da’i Internasional

Next article

Comments

Leave a reply